Thanks Neng Awardnya...
Meski aku nggak paham asal-usul bisa dapet Award ini gimana, tapi nggak pa-palah...;)
Yang mo Ngasih aku Award lagi, silahkaaaaan. Hehehehe....
10/28/2007
Dapet Award
Posted by Cah Mbelink's 1 comments
10/24/2007
Back to country ;)
Tepatnya hari senin, 15 Oktober 2007, pukul 14.00 kita berangkat dari sabi' ke Ramsis. Rombongan dari Kairo ada 7 orang. Cowok 3 dan cewek 3, ditambah satu orang Tanta yang kebetulan lagi di Kairo. Ceweknya yang ngikut aku, Nana ma Bebeng. Dari Ramsis kita naik mobil tramko yang langsung jurusan Tanta. Perjalanan yang ditempuh membutuhkan waktu sekitar 1 1/2 sampai 2 jam. Dalam perjalanan, sebagian temen2 ada yang nyempatin istirahat alias tidur siang di mobil. Kalo aku, nggak bisalah tidur di mobil. Apalagi ini perjalanan pertamaku ke Tanta, pasti banyak hal yang menarik di jalan. Dan benar, selama perjalanan setelah melewati jembatan nil, aku ngerasa kayak lagi jalan2 di Indonesia. Samping kanan-kiri berderet sawah2 dan kebun2. Apalagi di daerah dekat2 perkebunan dan persawahan itu, nggak ada imarah berdiri. Jadi kayak indo kan??! Ditambah lagi homesick juga :(,jadi klop dech setting latarnya.
Nyampek Tanta kita turun dari tramko dikawasan ma'radl. Trus nyebrang jalan, naik taksi menuju daerah sinema Gomhoriya. Turun depan sinema, kita masuk gerbang yang ternyata itu adalah rumah temen2 yang ditempatin untuk acara. Bentuk rumahnya unik, dan baru pertama kalinya ini aku ngeliat rumah ala Egypt yang bentuknya kayak gini. Rumahnya luas, bentuk pintunya model2 rumah belanda, tinggi gitu. Sementara kita ditempatin disalah satu kamar dirumah itu. Istirahat bentar dan sholat ashar. Aku ma bebeng yang dari pagi lom makan apa-apa ngerasa kelaperan banget. Akhirnya kita keluar rumah, alesannya pingin tau daerah sekitar situ. Mo ditemenin kita nolak. Nggak jauh-jauh kok, udah laper gini juga :D. Ke baqalah sekitar situ, aku ma bebeng beli camilan mie goreng dan snack plus soft drink.
Abis maghrib acara reuni dimulai bertempat disamping rumah *ala belanda*. Disitu rumahnya agak kecil dengan isi dua kamar. Dan modelnya juga kebanyakan rumah mesir yang lain. Acara diisi dengan sambutan2 seperti biasa, trus ta'aruf bagi yang belum kenal*aku yang kebanyakan ngomong di sesi ini, emang sebagian besar nggak kenal sih*. Abis itu acaranya penandatanganan prasasti memperingati dua tahun keberadaan PGT (Paguyuban Timur) di Egypt. Cuman aku kayaknya yang lom genap dua tahun. Dua tahun kurang 2 hari, coz aku datengnya tanggal 17.
Istirahat malam itu lumayan nyenyak. Karna kita ngerasa dirumah sendiri plus kecapean. Setelah sholat subuh, kita ngelanjutin tidur lagi. Baru jam 8 pagi kita siap2 untuk pergi jalan2. Sebagian temen2 cowok dirumah sebelah kayaknya masih tidur.
Pagi itu kita rencananya mo ngunjungin rumah temen2 yg lain. Di daerah deket2 kuliah. Ada beberapa orang cowok yang nemenin kita. Rumah yang pertama kita datengin adalah rumahnya Miskari. Rumahnya gede banget, ada tiga kamar, sholah yg luas, dapur yg lumayan gede juga. Balkon yg panjang. Coba kalo itu ditempatin cewek, kayaknya lebih teratur. Tapi emang daerahnya mungkin ya, debunya ampun dech. Dirumah Miskari kita sarapan, ngobrol2, foto2, chat bentar, trus ngelanjutin perjalanan.
Kali ini tujuan kita adalah rumah adik kelasku alumni Blokagung. Selama ini komunikasi kita cuma lewat chating, aku masih lom tau orangnya yg mana. Adik kelasku jauh juga. Aku tau dia dari neng Nik. Kerumahnya kita cuma ngobrol2 trus numpang sholat. Nggak lupa foto2 lah :D.Hehehehe...
Pulang dari sana,kita mampir jalan2 ke sawah. Liat hasil panen...hehehehe.Enggaklah, cuman pingin jalan2 kesawah aja. Coz, sejak dari kairo kita diiming-iming bisa main kesawah nyari belut. Tapi ternyata sawahnya udah panen, jadi tanahnya nggak ijo-ijo gitu. Tumpukan jerami yang didalemnya ada bawang merahnya. Nggak tau maksudnya apa disimpen disitu. Kita foto2 bentar, trus jalan ke kampus al Azhar cabang Tanta. Tapi kita cuma digerbangnya aja. Trus kita balik ke Gomhoriyah, rencananya kita pulang dari sana. Makan2 dulu, abis sholat isya' kita baru balik ke kairo.Dari Gomhoriyah kita naik taksi menuju terminal Gomlah, trus naik tramko yang langsung ke Ramsis. Tapi jumlah penumpang ma kendaraannya nggak sebanding. Baru dateng satu tramko, udah langsung penuh. Cikung yang ngikut ke Kairo ngasih komando, kalo ada tramko dateng cepet berebut ikutan naik. Biar dapet tempat. Pas dateng satu tramko, aku dan yang lain langsung berebut naik. Cuman ternyata cuma aku ma bebeng yang berhasil dapet tempat. Akhirnya kita milih turun lagi. Fiiuuuhh....padahal udah penuh perjuangan desek2an tadi :D.
Hampir satu jam kita nunggu, akhirnya ada orang yg nawarin tramko dan tramkonya diparkir diluar. Jadi nggak perlu desek2an kita. Alhamdulilah...kok orang itu cuma nawarin kekita ya??!
Btw...perjalanan balik malam itu diselingi juga dengan beberapa kemacetan. Sampai di Kairo sekitar jam 10 malem lebih. Sampai di blue house sekitar jam 11 malem. Nyampek rumah, bersih2, ganti baju, langsung rehat. Wuuiiihh.....perjalanan yang cukup menyenangkan. Dan nambah sedikit wawasan kita tentang muhafadzah2 yang di Mesir.
Posted by Cah Mbelink's 1 comments
PEsTa penyaIR
( 1 )
sekuat - kuat gelombang
harus lebih kuat tembok
karena puncak kekuasaan
adalah ideologi gembok
tembok didirikan sekukuh - kukuhnya
agar gelombang terbentur sia - sia
gelombang direndam
menjadi ombak semilir
gelombang itu alam
tembok itu teknologi
kekuasaan timbul tenggelam
sedang jiwamu abadi
( 2 )
berhentilah memenjaraku
sebab jeruji besi dan sel pengurungku
terletak di dalam dadamu sendiri
tanpa bisa kemanapun kau pindahkan
kalau kau usir
kau pikir kemana aku hendak pergi
sedang lubuk jiwamu itulah alam semestaku
aku berumah di keremangan jiwamu
bilikku tersembunyi di balik kesunyian nuranimu
jadi berhentilah mendirikan tembok - tembok
karena toh aku bukan gumpalan benda yang bisa kau kurung
tak usah pula repot membakar dan memusnahkanku
sebab toh hakekatku memang musnah dan tiada
kau sang aku ini gerak atau semacam gerakan
padahal tak kupunyai apapun yang bisa kugerakkan
dan apabila kau jumpai bayangan gerak
pada yang kau sebut aku
hendaklah jelas bagimu bahwa hanya Tuhan
yang sanggup memantulkan diriNya sendiri
aku membesar - besarkanmu dan kau membesar - besarkanku
kita saling merasa terancam oleh enerji yang mendesak - desak
padahal ia hanyalah air nuranimu sendiri yang menggelombang
dan sebagaimana udara yang berhembus
ia berasal dari ruh uluhiyah kita sendiri
kita saling memandang melalui metoda benda
kita saling bersentuhan lewat tahayul peristiwa - peristiwa
padahal di awal dan akhir nanti akan ternyata
yang kita sangka kita bukanlah kita
engkau bisa menangkap benda
tapi geraknya luput dari kuasamu
engkau bisa menghentikan peristiwa
tetapi arusnya lolos dari cengkeramanmu
engkau bisa membendung air
tapi gelombangnya melompatimu ke masa depan
engkau bisa membuntu udara
tapi tenaganya memergokimu
di tempat yang tak kau duga
jadi sudahlah
untuk apa kau bungkam mulutku
sedangkan yang bersuara adalah mulutku
untuk apa engkau stop langkahku
sedangkan yang berjalan adalah sanubarimu sendiri
sedangkan yang bergema adalah pekikan hatimu sendiri
bergaung melintasi segala angkasa
menembus seluruh langit
mengatasi negara - negara dan propinsi - propinsi
melompati kepulauan, samudera dan benua - benua
maka untuk apa engkau bungkam suaraku
karena toh kesunyian lebih berteriak dibandingkan mulutku
untuk apa kau habiskan tenaga
untuk membangun pagar dan rambu - rambu
sedang setiap menjelang tidur
selalu engkau diseret kembali oleh gelombang itu
EMHA AINUN NADJIB - 1994
DARI KUMPULAN PUISI "DOA MOHON KUTUKAN"
Posted by Cah Mbelink's 0 comments
10/18/2007
About My Habits
Bukan karna apa, aku ngerasa udah banyak sekali perubahan yang terjadi dalam diriku. Dulu, waktu masih di MMA aku berani bilang hobyku baca, nulis, waktu liburan jalan-jalan, orangnya friendly. Asyiklah pokoknya!!!
Tapi sekarang kayaknya udah banyak yang berubah. Hoby suka baca-baca, sejak aku duduk dikelas akhir MMA, aku hentikan. Coz, kalo aku liat buku selain buku pelajaran, maka otomatis aku bakal nyentuh buku itu ketimbang baca buku pelajaran. Bahayakan?!!Padahal waktu-waktu itu aku harus bener-bener mulai konsent nyiapin ujian akhir. Setelah lulus MMA, aku mulai lagi hoby baca-bacaku. Waktu ngikut bimbingan dan test masuk universitas di Malang, aku sama sekali nggak baca materi yang akan diujikan kecuali waktu bimbingan. Temen-temen pada nyewa komik dan novel-novel ato buku-buku yang lebih seru sih. Ya udah aku ngikut :D.
Trus waktu pilihan ngelanjutin kuliah pindah ke luar negeri, aku harus bener-bener nyiapin semuanya. Hafalan qur'an dan kursus bahasa arab. Otomatis, mau nggak mau aku harus ninggalin hoby baca "apa aja" itu ke arah hoby nyiapin semuanya yang berhubungan dengan kelanjutan studyku.
Sejak konsent nyiapin semuanya untuk kelanjutan studyku itu, aku jadi jarang baca-baca, jarang nulis juga. Hattaa baca cerpen aja males beneran. Kalopun baca, udah nggak bisa baca cepat kayak dulu. Lamaaa banget baru bisa paham dan selesai. Parah!!!
Sampai di Mesir, awalnya aku dipinjemin lap top temen untuk iseng-iseng dengerin musik. Trus aku nyoba-nyoba lagi nulis. Dari situ aku mulai lagi hoby nulisku. Trus dalam jajaran kepengurusan organisasi angkatan, aku masuk ke bagian media. Klop!!Aku bisa sedikit ngembangin ato paling tidak mempertahankan hobyku.
Untuk hoby baca, aku masih belum menemukan "aku yang dulu". Waktu masih duduk dibangku MI, seluruh isi perpustakaan nggak ada yang belum kubaca *Perpustakaannya juga cuma beberapa susun deretan buku*Hehehehehe....
Btw...hoby nulisku lumayan bisa berkembang saat ini. Banyak media yang menjadi tempatku berkreasi. Dulu mungkin tulisanku cuma berbentuk diary kayak diblog ini. Ato sekedar tulisan ilmiyah picisan karya santri yang masih nggak ngerti apa-apa. Analisa sekilas aja. Tapi disini, aku mulai nulis cerpen, berita, puisi sampai makalah-makalah ilmiyah yang dipresentasikan dalam sebuah diskusi.
Hhhmmm...tinggal ngembaliin baca-bacanya neh. Moga aja bisa segera kembali seperti dulu.
Posted by Cah Mbelink's 0 comments
10/13/2007
Detik-detik terakhir Ramadhan 1428 H
Ramadlan tahun ini adalah yang kali keduanya aku mengikuti sholat tarawih di Masjid yang penuh sejarah ini. Yang pertama adalah saat aku masih baru setengah bulan menginjakkan kaki di bumi kinanah. Saat itu aku masih belum bisa mengingat dan memperhatikan secara seksama keadaan sekeliling. Pengalaman pertama yang melekat di memoryku hingga saat ini adalah ; bahwa aku melaksanakan sholat tarawih dijalan dengan beralaskan jaket yang kukenakan. Karna memang saat itu aku dan kawan2 berangkat setelah buka puasa.
Kenangan yang lain adalah pelaksanaan sholat tarawih yang lamanya pembacaan doa qunut yang di imami oleh Syekh Jibril sampai satu jam diiringi dengan gemuruh tangisan para jama'ah. Bener2 mengharukan...!!!
Nah...saat pulangnya juga gitu, aku ma temenku nggak tau arah pulangnya kemana. Ngikut arus manusia yang segitu banyaknya, bener2 bikin pusing. Tapi nggak selang lama, kita akhirnya ketemu dengan senior cowok. Ternyata kita salah ambil arah yang berlawanan dari tempat senior itu nunggu :D.
Setelah meletakkan tas dan bawaan menu berbuka, sambil menunggu maghrib kita meneruskan tadarus qur'an.Tidak berapa lama adzan maghrib berkumandang. Sebagai ta'jil kita sudah nyiapin satu kotak susu juhaynah mix dengan rasa sesuai selera masing2.
Usai ta'jil, ternyata sholat jama'ah maghrib langsung dilaksanakan. Pada moment ini, aku jadi ingat sebuah ayat yang menjelaskan tentang dianjurkannya melapangkan tempat ketika kita berada dalam sebuah majlis. Sebanyak apapun orangnya, insyaallah Allah akan melapangkan tempat tersebut. Hingga tempat yang secara kasat mata terlihat sempit, ternyata bisa menampung jama'ah yang nampak berdesakan. KeagunganMu ya Rabb...
Setelah jama'ah Maghrib, seluruh jama'ah mulai membuka bekal berbuka masing2. Termasuk aku dan bebeng. Menu kita sederhana, karna memang terlalu ribet kalo bawa macem2. Nasi putih dibungkus dengan kertas voil, ayam goreng ples sambel. Ada juga telor dadar, tapi sengaja kami sisakan untuk menu sahur nanti. Karna rencananya, kita ingin melaksanakan i'tikaf di masjid Azhar. Sama2 masjid yang penuh sejarah.
Bahkan dalam salah satu khotbahnya, sang khatib menyebut-nyebut negara Indonesia. Aku yang nggak begitu faham apa yang disampaikan oleh sang khatib cuma bisa tersenyum saat beberapa mata jama'ah dikanan kiri melihat kita sambil tersenyum. Ntar ah...aku tanyain kakak apa maksudnya :D.
Masuk ke pelaksanaan sholat witir dan pembacaan qunut, rasanya kita harus bener2 bisa khusyu' dan nyiapin tenaga lebih. Karna seperti biasanya, pembacaan doa qunut membutuhkan waktu minimal satu jam. Dan benar! Tepat satu jam pembacaan doa qunut selesai. Saat doa qunut dibacakan, para jama'ah termasuk kita begitu terhanyut dengan doa yang dibacakan oleh sang imam.
Seperti suara gerombolan lebah terdengar mendengung di seluruh penjuru masjid. Suara tangisan tertahan saat sang imam mengingatkan kita akan adanya pertanggung jawaban dari segala perbuatan yang kita buat. Mengingatkan kita betapa kita tak pernah menyadari akan nikmat Allah yang tak terhingga. Allah maha tahu atas segala apa yang kita lakukan. Tak ada yang menjadi rahasia dihadapan-Nya.
Tak terkecuali aku dan bebeng. Benar2 terhanyut dalam doa yang terlantunkan. Qta benar2 ditegur tepat disasaran. Lalu yang kita harapkan adalah "Semoga Allah slalu dan slalu menyinari hati kita dengan hidayah-Nya".
Manisan ga abis, kita nerusin perjalanan. Rencananya qta mo i'tikaf di masjid Azhar. Tapi bukanya baru nanti jam setnegah satu malem. Sedang sat itu masih jam sebelas kurang. Akhirnya, waktu yang ada kita manfaatin untuk ngabadikan moment. Seperti biasa...*b'gaya* Hehehe...
Sekalian juga pengen tau lokasi sekitar masjid. Coz, keluar dari mahattah kereta metro anfaq Mar Geurgeus *klo ga salah tulisannya neh*, aku langsung ngeliat bangunan kuno yang ternyata adalah bangunan gereja kristen koptik. Kemudian disampingnya ada bangunan entah setengah jadi ato emang reruntuhan, yang aku juga nggak tau itu bangunan apa. Dan dibalik gerbang ada gedung museum koptik (Mathaf Qibtiyah).
Pulang dari 'Amr bin 'Ash, qta ngelanjutin perjalanan ke masjid Al Azhar. Melalui perjalanan yang penuh perjuangan *hallah*, akhirnya qta sampai di masjid azhar sekitar jam dua dini hari. Ambil air wudhu dan melaksanakan sholat tahajjud berjama'ah sampai jam tiga.
Istirahat setengah jam, jam setengah empat qta sahur bareng dihalaman masjid. Masuk waktu sholat subuh, qta berjama'ah. Selesai berjama'ah, sesaat aku mengistirahatkan badan ma bebeng sambil nunggu jam enam pagi. Coz, bis baru ada pada jam segitu.
Setengah delapan pagi aku baru sampai lagi di hay sabi'. Blue House tercinta. Bersih2 badan, trus istirahat. Hhhmmm,,,perjalanan malam yang penuh dengan nafas religi. Semoga malam itu bukan awal sekaligus akhir dari seluruh totalitas ibadahku padaMu ya Rabb...tapi jadikan malam itu sebagai awal sebuah jalan untuk dapat menyerahkan diriku sepenuhnya, penghambaanku kepada sang maha dimaha.
Posted by Cah Mbelink's 0 comments